Total Tayangan Halaman

Sabtu, 20 Agustus 2011

Laga Timnas U-23 Vs Persebaya, Tribute to Rusdy Bahalwan







 Persebaya akhirnya menemukan momen pas untuk menggelar pertandingan Tribute to Rusdy Bahalwan yang wafat awal Agustus lalu. Rencananya, Persebaya akan mendompleng uji coba lawan Timnas Indonesia U-23, Rabu (24/8/2011) sebagai momen pas mengenang Rusdy.

Saat Rusdy wafat lalu, pihak Persebaya sudah berencana mengadakan pertandingan mengenang almarhum Rusdy. Saat itu rencananya akan dipertemukan Tim Persebaya 1997 dan Persebaya 1987 yang dibawa Rusdy juara Liga Indonesia.

Namun rencana itu akhirnya berubah. Pihak Persebaya memilih mendompleng agenda Timnas sebelumnya yang sudah menjadwalkan untuk beruji coba dengan Persebaya, Rabu mendatang. Selain menjadi pemanasan untuk kedua tim, laga ini juga dikemas untuk mengenang Rusdy.

Menyongsong pertandingan ini, Ketua panpel Persebaya, Sutrisno, Sabtu (20/8/2011) petang mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 23 ribu tiket. Tiket tersebut dijual dengan harga normal, yakni Rp 100 ribu untuk VIP, Rp 50 ribu untuk utama dan Rp 20 ribu untuk ekonomi.

"Sebagian hasil penjualan tiket akan kita sumbangkan untuk keluarga almarhum Rusdy Bahalwan," terang Sutrisno.

Pertandingan rencananya akan dimulai pukul 20.00 WIB. Sehari sebelum lawan Persebaya, Timnas asuhan Rahmad Darmawan ini dijadwalkan menghadapi Bali Devata.

Jumat, 19 Agustus 2011

Bonek Minta Manajemen Datangkan Gonzales





Suporter Persebaya, Bonek mendambakan betul seorang Christian Gonzales. Mereka mendesak manajemen segera mengikat striker nomor satu di Timnas Indonesia saat ini itu.

Ketita ditanya siapa pemain yang harus didatangkan manajemen untuk memperkuat tim musim kompetisi anyar nanti, salah seorang Bonek, Vega Septian langsung menyebut nama El Loco, julukan Gonzales.

Vega amat mendambakan duet Gonzales dengan striker Persebaya asal Australia, Andrew Barisic. "El Loco dong. Biar duet sama Barisic di depan. Dengan kontrak baru yang bukan kontrak satu tahunan," katanya, Jumat (19/8/2011).

Tak hanya Vega, salah seorang pentolan Bonek, Sinyo Devara mendukung langkah manajemen memulangkan Gonzales ke Jawa Timur (Jatim). Tepatnya ke Surabaya kota asal Persebaya.

"Sudah lama sekali Persebaya tidak memiliki bintang. Sekarang saatnya Persebaya bertabur bintang lagi," tutur Sinyo.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen belum melakukan pendekatan resmi ke bapak empat anak itu. Gonzales sendiri dikabarkan tak akan diperpanjang oleh klub lamanya, Persib. ALhasil kans bergabung Persebaya cukup besar. Selain itu Gonzales sudah memiliki rumah di Surabaya barat.

Kamis, 18 Agustus 2011

AREWARIA TAKUT KALAH PAMOR




suatu bukti jika AREWARIA melakukan PROVOKASI thd SUPORTER" SODARA BONEK MANIA
adalah karena mrk IRI HATI yang melihat BONEK selalu PUNYA BANYAK TEMAN, SAHABAT, SODARA....
dan mrk selalu merencanakan KERUSUHAN jika BONEK bermain TANDANG..
shg di MEDIA MASSA , BONEK dinilai sbg KREATOR KERUSUHAN.....
padahal sebenarnya AREWARIA itu takut JIKA BONEK sudah mendapatkan JATIDIRI yang sebenarnya, dengan menjadi BONEK yang SOPAN, SANTUN, BERHATI, BAEK, TIDAK URAKAN, namun BERNYALI.......
mrk TAKUT klo ntar BONEK berubah baek, ga ada lagi yang TERPROVOKASI n KERUSUHAN,
n LEBEL SUPPORTER TERBAIK, TERFAVORIT, TERSPORTIF akan pindah di BONEK
mrk (AREWARIA) takut mjd Supporter kecil LAGI
yang di ANAK BAWANGKAN

Persebaya Digerojok Rp 100 Miliar





Persebaya nampaknya sudah siap tampil di level 1 kompetisi baru nanti. Kepercayaan Bajul Ijo makin melambung seiring grojokan dana Rp 100 miliar dari investor yang kabarnya adalah Medco Group.

Direktur Persebaya, Cholid Goromah mengatakan, pihaknya sudah deal dengan investor. Proses deal dilakukan, Senin (15/8/2011) malam di Jakarta. "Sebenarnya ada tige investor, salah satunya asing. Tapi hanya satu yang akan menjadi pengelola Persebaya kedepan," kata Cholid, Selasa (16/8/2011) malam.

Cholid menambahkan, investor itu berani menggerojok Persebaya dengan dana Rp 20 miliar per musim. Sedangkan kerjasama antara kedua belah pihak sendiri terjalin selama lima tahun. Itu berarti, total Persebaya akan mendapatkan dana sangat besar, yakni Rp 100 miliar.

"Perlu diingat, tak satu persenpun saham kita yang kita jual ke mereka. Bentuk kerjasamanya adalah Sharing Contract," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengcab PSSI Surabaya ini.

Pola ini sebenarnya sudah dilakukan Persebaya semenjak profesional tahun lalu. Kedepan, akan dilakukan perpanjangan kerjasama dengan investor yang diwakili PT Pengelola Persebaya. "Nanti PT Pengelola Persebaya inilah yang akan mengelola Persebaya selama lima tahun kedepan," imbuhnya.

Tak heran, setelah mendapat kepastian dana Rp 100 miliar untuk lima musim kedepan, Cholid sangat optimis Persebaya bisa berlaga di level 1. Ia juga tidak mempermasahkan kalau klubnya harus deposit Rp 5 miliar. "Mau cash, ditransfer atau dalam bentuk apapun, kita siap. Saya optimis Persebaya siap melengkapi semua persyaratan," katanya optimis.

Sayang, meski sudah deal, Cholid masih malu-malu kucing ketika beritajatim.com mengkonfimasi apakah investor yang dimaksud adalah Medco Group. "Ah biasa aja kamu ini kalau mancing-mancing," ucapnya lantas tersenyum.

Selasa, 16 Agustus 2011

LPI Tak Akui Persebaya 1927 Juara

Liga Primer Indonesia (LPI) dipastikan selesai. Tidak akan ada putaran kedua. Apalagi penegasan bubarnya LPI disampaikan langsung Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin. Lalu, bagaimana status Persebaya 1927 sebagai pemuncak klasemen hingga putaran pertama usai.

Layaknya kompetisi selesai, Persebaya pantas menyandang status juara. Meski LPI hanya bergulir setengah jalan. Lalu, adakah penyerahan gelar juara untuk tim yang dibesut Aji Santoso itu?

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Head of Competition LPI, Hendriyana memastikan, LPI tidak akan memberikan atau menggelar ceremony penyerahan gelar juara untuk Persebaya 1927. "Kita menyebutnya juara paruh musim saja," kata Hendriyana pada beritajatim.com, Selasa (16/8/2011) siang.

"Karena kompetisi LPI baru berjalan satu putaran saja, walaupun LPI dibubarkan. Karena potensi juara belum pasti diraih Persebaya jika putaran kedua dilaksanakan. Oleh sebab itu, peluang tim lain masih ada," jelasnya.

Tidak normal memang. Umumnya di setiap akhir kompetisi akan ada penetuan gelar juara. Ibarat pembukuan, pernyataan Djohar Arifin Husin sekaligus menegaskan bahwa LPI sudah tutup buku. Meski begitu LPI menolak memberikan penyerahan gelar juara untuk Persebaya 1927. "Dari sisi liga, kita masih menghargai dan menghormati tim-tim lain karena mereka mempunyai peluang yg sama," ucapnya.

Hendri, sapaannya mempersilahkan jika internal Persebaya mengadakah acara untuk menyelenggarakan syukuran atau selamatan atas gelar juara LPI. "Namun tetap apresiasi kita terhadap prestasi Persebaya sangat tinggi. Bahkan apresiasi ini mungkin diberikan juga kepada tim-tim lain bahwa Persebaya lah yang memang memiliki kans kuat sebagai tim terbaik," tegasnya.

Minggu, 14 Agustus 2011

Persebaya Daftar di Level 1

Sebagai salah satu tim legendaris di Indonesia, Persebaya tak main-main dalam menyambut kompetisi anyar, 8 Oktober nanti. Klub kebanggan Bonek ini menyatakan diri siap bersaing di kompetisi level 1.

Hal ini disampaikan Ketua Persebaya yang juga Direktur Utama PT Persebaya Indonesia, Cholid Goromah. Cholid mengatakan, setelah proses merger Persebaya 1927 dan Divisi Utama (DU) selesai, pihaknya langsung mendaftarkan diri ke PSSI.

"Hanya ada satu Persebaya, dan Persebaya harus di level 1," tegas Cholid, Rabu (10/8/2011) petang.

Seperti yang diutarakan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, hanya ada 10 tim yang benar-benar profesional di Indonesia. Ke-10 tim itu adalah Semen Padang, Persib, Pelita, Deltras, Arema Indonesia dan Sriwijaya FC, Persema, PSM, Persibo dan Persebaya.

Persebaya juga siap menyanggupi lima aspek profesionalitas yang ditetapkan Otoritas Sepakbola Asia, AFC, Kelima aspek itu yakni legal, financial, administrasi personal, supporting dan infrastruktur.

"Boleh dibilang 90 persen tidak masalah. Hanya masalah finance yang tengah kita selesaikan saat ini. Kita juga tidak masalah harus membayar deposit partisipasi sebesar Rp 5 Miliar," lanjutnya.

"Kita akan selesaikan semuanya sebelum deadline PSSI, 22 Agustus mendatang," lanjut mantan asisten manajer Persebaya itu. Dalam pendaftarannya nanti, Persebaya akan menyertakan Gelora 10 Nopember sebagai homebase

Hari ini, Persebaya Deal dengan Medco

Hari ini, Senin (15/8/2011), dua wakil Persebaya kabarnya menjalin kesepakatan dengan Medco Group, investor yang dikabarkan siap melimpahkan Rupiah-nya untuk Persebaya musim kompetisi baru nanti. Deal kedua belah pihak dilakukan di Jakarta.

Dua wakil yang akan berangkat ke Jakarta adalah, Komisaris Persebaya, Saleh Ismail Mukadar dan Ketua Persebaya Divisi Utama (DU), Cholid Goromah. Rencana kedua tokoh ini ke Ibu Kota dibenarkan oleh Cholid. "Kita meluncur ke Jakarta untuk membicarakan masalah Persebaya dengan investor," kata Cholid.

Bahkan, demi bertemu investor, Cholid dan Saleh absen di asistensi PSSI yang rencananya digelar di Hotel Sahid, siang nanti. "Kan bisa diwakilkan. Nanti kita kirim orang untuk ikut kesana," lanjut mantan asisten manajer Persebaya ini.

Memang, usai Musyawarah Anggota Luar Biasa (Musanglub) Persebaya lalu, tim yang identik dengan warna hijau ini bergerak cepat untuk mempersiapkan verifikasi PSSI. Cholid sendiri menyebut aspek finansial. Meski Cholid menyebut Persebaya didekati tiga investor dimana salah satunya dikabarkan Medco.

Ketika dikonfirmasi, Cholid tak membenarkan tak juga mengelak. Ia lagi-lagi tersenyum. "Segera bersama pengurus yang lain, kita akan menyiapkan lima aspek yang diminta PSSI," lanjutnya.

Lebih lanjut Cholid menambahkan, saat ini antara Persebaya 1927 dengan Persebaya DU tengah dalam proses 'kawin'. "Institusinya Persebaya Divisi Utama dan 1927 jadi satu, yakni PT Persebaya Indonesia. Nanti hanya satu Persebaya," tutupnya.