Kinerja panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Bintang Medan dianggap mengecewakan oleh kubu Persebaya 1927. Setelah tidak melakukan penjemputan kala tim tiba di bandara Polonia Medan, Persebaya terpaksa melakukan latihan bersama dengan tim PSMS Medan, Kamis (3/3/2011) pagi ini.
Salah satu staff media officer yang mendampingi tim, Syaiful mengkritik kinerja panpel Bintang Medan yang merugikan tim asuhan Aji Santoso ini. "Dari kemarin Persebaya sudah dikerjai panpel," katanya dalam percakapan via smartphone pagi ini.
Rabu (2/3/2011) kemarin, saat tim tiba di bandara, panpel tidak melakukan penjemputan. "Kita sempat menunggu cukup lama. Kita akhirnya terpaksa naik taksi untuk ke hotel," katanya.
Ternyata perlakuaan bersahabat dari Panpel tidak berhenti begitu saja. Pagi ini, Persebaya kembali mendapat perlakuan kurang bersahabat dari panpel. Pasalnya, penjemputan yang mengantar tim ke stadion Teladan, kembali telat.
"LO-nya kurang koordinasi dengan panpel. Masuk ke lapangan saya tidak tahu, harus telepon dulu," jlentrehnya.
"Kita dapat jatah coba lapangan jam sembilan, eh lapangan malah masih dipakai PSMS latihan, jadi terpaksa kita tunggu di tribun penonton," tambah Syaiful.
"Sempat kita latihan bersama dengan PSMS, tapi cuma beberapa menit, sebelum akhirnya PSMS balik," urainya. "Panpelnya nampak yang kurang siap," pungkas Syaiful.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar